LAPORAN KIMIA ORGANIK 2
PERCOBAAN 11
“UJI KARBOHIDRAT”
Disusun Oleh :
RIZKI FITRA PRATAMA (A1C118012)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs.SYAMSURIZAL,M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. Data Pengamatan
Uji
Molisch
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengmatan |
|
1. |
Pada uji ini
digunakan5 sampel yaitu: 1. fruktosa 2. glukosa 3. sukrosa 4. laktosa, 5. amilum tiap sampel
ditetesi dengan reagen Molisch sebanyak 3 tetes dan diaduk |
Digunakan reagen
molisch disini untuk mengidentifikasi ataumenguji keberadaan gula pereduksi
pada sampel. Campuran diaduk
supaya bisa mempercepat reaksi yang terjadi antara sampel dengan reagen. |
Tabung 1.
Berwarna coklat Tabung 2.
Berwarna coklat Tabung 3.
Berwarna abu-abu pudar Tabung 4.
Berwarna putih susu Dan tabung 5. Berwarna coklat pudar. |
|
2. |
Setiap sampel
tadi ditambahkan dengan HCl Pekat tanpa diaduk |
Hal ini
bertujuan untuk memastikan adanya gula pereduksi didalam sampel, yang mana
sampel positif jika membentuk bidang berwarna merah keunguan. |
Setiap tabung
membentuk bidang merah keuunguan. Berate hasil uji molisch positif untuk
semua sampel |
Uji
Benedich
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengmatan |
|
1. |
2 ml pereaksi
Benedict dimasukkan ke dalam setiap sampel. Sampel yangdigunakan disini masih
dengan 5 sampel yang sama. Diaduk lalu
dimasukkan ke penangas air selama 10 menit. |
Pereaksi Benedict
disini berguna untuk menguji zat karbohidrat pada sampel. Dengan ditandai
adanya endapan berwarna merah bata atau oren pada dasar larutan. Pemanasan
dilakukan untuk mempercepat reaksi yang berlangsung. |
Didapatkanlah Tabung 1.
Glukosa terbentuk endapan berwarna merah bata Tabung 2.
Fruktosa juga terbentuk endapan yang berwarna merah bata Tabung 3.
Laktosa terbentuk endapan merah bata Tabung 4.
Sukrosa warnanya tetap biru sesuai warna pereaksi benedict. Tabung 5. Amilum
tetap berwarna biru. Dapat
disimpulkan untuk uji ini yang positif didapatkan pada sampel glukosa,
fruktosa dan laktosa. |
Uji
Iodin
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengmatan |
|
1. |
Masih
dengan menggunakan sampelyang sama, sekarang ditambahkan dengan reagen Iodin
sebanyak 1 tetes ke setiap sampel dan diaduk |
Reagen ini
digunakan untuk menguji zat karbohidrat didalam sampel. Yang ditandai dengan
adanya oerubahan warna |
1. sukrosa berwarna kecoklatan (warna tetap) 2. laktosa berwarna putih susu ( tetap) 3. Amilum menjadi warna biru kehitaman. 4. Fruktosa warnanya orange 5. glukosa juga berwarna orange Bisa disimpulkan
berdasarkan hasil diatas, sampel yang positif dengan reagen iodin adalah
sampel amilum, yang mana awalnya amilum tidak berwarna setelah diberi reagen
warnanya menjadi biru kehitaman. |
XIII. Pembahasan
Pada
percobaan uji karbohidrat praktikan mampu mengenal beberapa karbohidrat yang
lazim dan sifat fisisnya, mempelajari perbedaan penting sifat fisis dan kimia
dari monosakarida, disakarida, dan poliskarida. Pada percobaan karbohidrat ini
digunakan tiga uji yaitu : uji Molisch, uji benedich dan uji iodin.
Uji
Molisch
Pada
uji Molisch ini pertama tama yang dilakukkan adalah digunakann 5 sampel yaitu
fruktosa, glukosa, sukrosa, laktosa dan amilum, setiap sampel tersebut
ditetesin dengan reagen Molisch sebanyak 3 tetes dan diaduk, disini penambahan
reagen Molisch untuk mengidentifikasi atau menguji keberadaan gula pereduksi
pada sampel. Dan pengandukan dilakukkan bertujuan untuk mempercepat reaksi yang
terjadi pada sampel. Setelah penambahan reagen Molisch yang diaduk
didapatkanlah hasilnya pada fruktosa berwarna coklat, glukosa berwarna coklat,
sukrosa berwarna abu-abu pudar, laktosa berwarna putih susu dan amilum berwarna
coklat pudar.
Selanjutnya
setiap sampel tadi ditambahkan dengan HCl pekat tanpa diaduk, tujuannya dalamm
penambahan HCl pekat tanpa diaduk untuk memastikan adanya gula pereduksi
didalam sampel yang mana sampel positip jika membentuk warna merang keunganan,
hasil dari penambahan HCl pekat tanpa diaduk adalah setiap larutan yang didalam
tabung membentuk bidang merah keungungan. Beberapa hasil uji molisch positip
untuk semua sampel.
Uji
Benedich
Pada
uji benedich ini pertama tama yang dialkukan dengan memasukkan 2 ml pereaksi
benedich ke dalam 5 sampel yang di uji di Molisch. Larutan diaduk dan
dimasukkan kedalam penangas air selama 10 m3nit. Tujuan dari dimasukkan
pereaksi benedich ini untuk menguji zat karbohidrat pada sampel, dengan
ditandai dengan adanya endapan berwarna merah bata atau orang pada dasar
larutan, dan pemanasan selama 10 menit tersebut bertujuan untuk mempercepat
reaksi yang berlangsung. Dan daidapatkanlah hasil dari penambahan 2 ml pereaksi
benedich dan dipanaskan adalah, pada glukosa,fruktosa,laktosa terbentuk endapan
berwarna merah bata dan sukrosa dan amilum berwarna biru.
Uji
Iodin
Pada
percobaan uji iodin ini masih menggunakan ampel pada percobaan uji Molisch dengan menambahakan 1 tetes reagen iodin ke
dalam setiap sampel dan diaduk, tujuan penambahan reagen iodine pada setiap
sampel untuk menguji zat karbohidrat didalam samel, yang ditandai dengan adanya
perubahan warna. Pada penambahan reagen iodine 1 tetes pada setiap sampel
didapatkanlah hasilnya . sukrosa berwarna kecoklatan (warna tetap), laktosa
berwarna putih susu ( tetap), Amilum menjadi warna biru kehitaman, Fruktosa
warnanya orange, glukosa juga berwarna orange, jadi sampel yang positif dengan
reagen iodin adalah sampel amilum yang mana pada sampel amilum awal nya tidak
berwarna dan setelah penambahan reagen iodine warna berubah menjadi biru
kehitaman.
IX. kesimpulan
1.
karbohidrat digunakan metode uji
seliwanoff untuk fruktosa, uji fehling untuk laktosa dan uji iod untuk amilum.
2.
Karbohidrat didefinisikan secara umum
sebagai senyawa dengan rumus molekul Cn(H2O)n. Karbohidrat adalah turunan
aldehid atau keton dari alcohol polihidroksi atau senyawa tuninan sebagai hasil
hidrolisis senyawa kompleks.
X. Daftar Pustaka
Fatmawati
Mustakin. 2019. ANALISIS
KANDUNGAN GLIKOGEN PADA HATI, OTOT, DAN OTAK HEWAN. CANREA JOURNAL, Vol. 2 Issue
2 , Desember 2019.
Mufid Ainun. 2018. Bioelectricity of Various Carbon
Sources on Series Circuit from Microbial Fuel Cell System using Lactobacillus
plantarum. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi 21 (2) (2018): 70 – 74 70.
Tim Kimia Organik II 2020. Penuntun Praktikum Kimia
Organik II. Jambi : Universitas Jambi.
Winarno, FG. 2004.
Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta
: Gramedia.
Youngjin Choi, Eunkyoung Jung, Hyunjoo Park, Seunho Jung, Sunghyun
Kim, Effect of Initial Carbon Sources on the Performance of a Microbial Fuel
Cell Containing Environmental Microorganism Micrococcus luteus, Bulletin of the
Korean Chemical Society, 28, 9, (2007) 1591-1594.
Permasalahan
- Apakah pemanasa terlalu lama akan
mempengaruhi hasil yang didapatkan pada uji benedich ?
- Apa yang
terjadi jika HCl pekat diaduk pada uji Molisch ?
- Komponen-komponen
apa saja yang terdapat dalam karbohidrat ?

Saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3 yaitu Karbohidrat sendiri terdiri atas unsur C, H dan O dengan rumus empiris Cn(H2O)n. Terima kasih
BalasHapusSaya Jony Erwin akan menjawab permasalahan no 1 yaitu fungsi dilakukannya pemanasan pada pereaksi benedict yakni untuk mempercepat suatu reaksi sehingga dihasilkan perubahan warna dimana pada uji benedict sendiri jika sampel positif mengandung karbohidrat ditunjukkan terjadi perubahan warna menjadi endapan merah bata. Jadi tidak perlu lama atau tidaknya spai terbentuk warna merah bata itu sudah cukup
BalasHapusSaya Susilawati 091 akan menjawab permasalahan no 2. Setelah penambahan reagen Molisch yang diaduk didapatkanlah hasilnya pada fruktosa berwarna coklat, glukosa berwarna coklat, sukrosa berwarna abu-abu pudar, laktosa berwarna putih susu dan amilum berwarna coklat pudar.
BalasHapus