JURNAL LAPORAN KIMIA ORGANIK 2

PERCOBAAN 13

“UJI LEMAK”

 




Disusun Oleh :

RIZKI FITRA PRATAMA (A1C118012)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs.SYAMSURIZAL,M.Si.

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

 

  

I.                   Judul : Uji Lemak

II.                Hari/Tanggal : Kamis, 17 Desember 2020

III.             Tujuan :

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

a.      Dapat mengenal beberapa sifat lemak.

b.      Dapat mengetahui reaksi penyabunan dari lemak maupun minyak.

IV.             Landasan Teori

Lipid adalah salah satu kategori molekul biologis yang besar yang tidak mencakup polimer. Senyawa yang disebut lipid dikelompokkan bersama karena memiliki satu ciri penting: lipid tidak memiliki atau sedikit sekali afinitasnya terhadap air. Perilaku hidrofobik lipid didasarkan pada struktur molekulnya. Meskipun lipid bisa memiliki ikatan polar yang berikatan dengan oksigen, lipid sebagian besar terdiri atas hidrokarbon (Tim Kimia Organik II. 2020).

Metode pengujian lemak melalui ekstraksi langsung dapat digunakan untuk  menganalisis sampel padat seperti pakan buatan untuk ikan. Analisis kadar lemak pakan menjadi bagian krusian untuk menentukan kualitas pakan buatan yang dihasilkan. Untuk menghasilkan data yang akurat dan menjaga mutu hasil uji laboratorium maka, kegiatan verifikasi metode analisa dipandang perlu untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meverifikasi metode lemak dengan ekstraksi langsung ( Asmariani. 2017).

Minyak dan Lemak merupakan salah satu senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran di suatu perairan  sehingga konsentrasinya harus dibatasi. Minyak mempunyai berat jenis lebih kecil dari air sehingga akan membentuk lapisan tipis di permukaan air. Kondisi ini dapat mengurangi konsentrasi oksigen terlarut dalam air karena fiksasi oksigen bebas menjadi terhambat.Minyak yang menutupi permukaan air juga akan menghalangi penetrasi sinar matahari ke dalam air sehingga menganggu ketidak seimbangan rantai makanan. Minyak dan lemak merupakan bahan organik bersifat tetap dan sukar diuraikan bakteri (Andreozzi dkk, 2000).

Lemak  memiliki  peranan  terhadap kasus  kardiovaskular.  Menurut  Jacobse   asupan  lemak  jenuh  tinggi  dalam  diet dapat  meningkatkan  risiko  penyakit jantung  koroner.  Selain  itu,  peningkatan konsumsi  lemak  jenuh  pada  beberapa kelompok  masyarakat  mengakibatkan peningkatan  konsentrasi  kolesterol dalam  darah (Novianti. 2018).

Lemak dan minyak adalah adalah salah satu kelompok yang termasuk golongan lipida yaitu senyawa organik yang mempunyai satu sifat yang khas yaitu tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik misalnya seperti ether, benzene, chloroform, dan lain-lain. Lemak dan minyak merupakan sumber energi yang paling efektif dibandingkan dengan protein dan karbohidrat, 1 gram lemak akan menghasilkan 9 kkal sedangkan protein dan karbohidrat hanya menghasilkan kalori kurang lebih 4 kkal saja. Lemak dan minyak juga merupakan zat yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia (Pargiyanti. 2019).

 

V.                Alat dan Bahan

a)      Alat

Ø  Plat tetes

Ø  Gelas beker

Ø  Gelas ukur

Ø  Pipet tetes

Ø  Tabung reaksi

Ø  Rak tabung reaksi

Ø  Indikator universal

Ø  Pipet ukur

Ø  Pro pipet

Ø  Vortex.

b)     Bahan

Ø  Larutan sabun

Ø  Larutan CH,COOH

Ø  Larutan CaCl, 1%

Ø  Larutan MgSO,1%

Ø  Larutan Pb Asetat 1%

Ø  Larutan HCl pekat

Ø  Larutan KMnO 0,IN

Ø  Larutan eter

Ø  Minyak

Ø  Aquadest

Ø  Indikator Phenolphthalein (PP)

 

VI.             Prosedur Kerja

A.    Cara kerja uji pembentukan garam

1.      Dimasukkan 30 ml larutan sabun ke dalam gelas beker.

2.      Dicek pH larutannya sampai pH = 7, jika belum 7 larutan ditambah dengan larutan CH3COOH sampai pH -7.

3.      Dibagi larutan ke dalam tiga tabung reaksi sama rata.

4.      Pada tabung pertama berisi 5 ml larutan sabun ditambah larutan CaCl 1% sebanyak 7 tetes, tabung kedua berisi 5 ml larutan sabun ditambah larutan MgSO4 1% sebanyak 7 tetes, dan tabung ketiga berisi 5 ml larutan sabun ditambah larutan Pb Asetat 1% sebanyak 7 tetes.

5.      Diamati perubahan yang terjadi pada masing-masing tabung.

B.     Cara kerja uji hidrolisa sabun

1.      Dimasukkan 10 ml larutan sabun  dan ditambahkan dengan 5 ml akuades ke dalam tabung reaksi.

2.      Ditambahkan latutan dengan indikator PP sebanyak 3 tetes. Larutan lalu divortex sampai homogen

3.      Diamati perubahan yang terjadi.

C.    Cara kerja uji sifat emulsi lemak

1.      Dimasukkan 2 ml akuades ke dalam tabung reaksi pertama kemudian ditambahkan dengan minyak sebanyak 5 tetes.

2.      Dimasukkan 2ml akundes ke dalam tabung reakai kedua, kemudian ditambahkan dengan minyak sebanyak 5 tetes dan larutan sabun sebanyak 2ml.

3.      Didiamkan larutan divortex

4.      Diamati perubahan yang terjadi.

D.    Cara kerja uji sifat ketidakjenuhan lemak

1.      Dimasukkan 2 ml minyak dan larutan eter sebanyak 5ml ke dalam tabung reaksi.

2.      Divortex larutan dan ditambahkandengan larutan KMnO4 0,1 N sebanyak 3 tetes.

3.      Diamati perubahan yang terjadi pada tabung.

E.     Cara kerja uji pembuatan asam minyak

1.      Dimasukkan Sebanyak 5 ml larutan sabun dan larutan HCI pekat sebanyak 3 ml ke dalam tabung reaksi.

2.      Divortex larutan dan didiamkan hingga terbentuk dua lapisan.

3.      Diamati perubahan yang terjadi pada tabung.

 

Adapun video yang terkait dalam praktikum ini adalah :

                        https://youtu.be/JbvMl2SqY_8

 

PERMASALAHAN

1.      Mengapa ditambahkan CH3COOH pada larutan sabun jika belum mencapai pH nya 7 ?

2.      Apakah fungsi dari vortex larutan ?

3.      Apakah bisa indikator pp digantikan dengan indikator lain  pada prosedur uji hidrolisis sabun ! Jika bisa indikator apa ?

 

Komentar

  1. Saya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan menjawab permasalahan nomor 1. Hal ini karena pada proses pembentukan garam tingkat keasaman larutan akan berpengaruh sehingga pH yang dibutuhkan agar tidak ada pengaruh keasaman pada uji ini ialah pH 7 dimana pada pH ini larutan bersifat netral.

    BalasHapus
  2. Baikla saya Mashita (083) akan mencoba menjawab permasalahan no 2
    untuk mencampurkan larutan di dalam suatu wadah. Terimakasih

    BalasHapus
  3. Nadiya Qotrunnada Tohiri A1C118073 ingin mencoba menjawab permasalahan ke 3

    Menurut jurnal yang saya baca, bahwa ekstrak metanol buah lakum dapat digunakan sebagai alternatif pengganti indikator sintetis khususnya indikator fenolftalein (pp).

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini