LAPORAN KIMIA ORGANIK 2
PERCOBAAN 6
“SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHANN
ALAM”
Disusun Oleh :
RIZKI FITRA PRATAMA (A1C118012)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs.SYAMSURIZAL,M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. Data Pengamatan
a) Pengujian
Flavonoid
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
PENGAMATAN |
|
bubuk kulit
jeruk di masukkan ke labu erlenmeyer, lalu dicampurkan dengan methanol 95%
dan diaduk |
Untuk membuat
ekstrak etanolic, diaduk supaya bubuknya dapat larut dengan metanol |
Didapatkan
larutan berwarna oranye |
|
Stelah diaduk,
di tutup wadahnya lalu didiamkan selama 30 menit |
Bertujuan untuk
mengendapkan larutan atau menjenuhkan larutan |
Warna larutan
oranye dengan ada endapan |
|
Disaring, dan
ekstraknya dilakukan tes Shinoda |
Tujuan disaring
supaya bisa mendapatkan filtrat atau ekstrak etanol nya |
Larutannya
berwarna kuning |
|
Dimasukkan
ekstrak etanol ke tabung reaksi 2-3 ml lalu tambahkan HCl 2-3 tetes + 2 buah
magnesium |
Magnesium dan
HCl disini digunakan karena untuk menguji flavonoid dengan tes Shinoda,
dimana jika warna oranye kemerahan yang muncul dinyatakan positif flavonoid,
karena terjadi ikatan antara flavonoid dengan Mg berlebih |
Setelah
dicampurkan , didapatkan larutan yang berwarna orange kemerahan, menandakan
positif flavonoid |
|
Selanjutnya
identifikasi flavonoid dengan reagen alkalin, Dimasukkan
ekstrak etanol ke dua tabung reaksi lalu ditambahkan 2% NaOH di kedua tabung. Lalu ditabung kiri
ditambah HCl |
NaOH digunakan
sebagai katalis basa yang menyebabkan terjadinya pengurain senyawa flavonoid
menjadi molekul asetofenon yang berwarna kuning sampai cokelat. HCl digunakan
untuk menghidrolisis flavonoid mmenjadi aglikonnya yang akan mengahasilkan
warna merah, kuning, ataupun jingga. |
Pada tabung
kiri, wananya kuning dan pada tabung kanan berwarna oranye. Terlihat pada
tabung kiri menandakan terdapat flavonoid |
b) Pengujian
Tanin
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
PENGAMATAN |
|
Dimasukan kegelas kimia kulit arjuna yang telah dibubuk lalu
ditambahkan air secukupnya kemudian
dipanaskan diatas mantel pemanas selama beberapa menit. |
Pemanasan
untuk memdapatkan ekstrak air. |
Berwarna
coklat kemerahan |
|
Setelah mendidih saring isi
gelas kimia melalui kertas saring , setelah penyaringan ambil ekstraksi
berair kulit arjuna dan tambahkan 2 ml ekstrak ke dalam tabung reaksi1 dan 2 |
Disaring
untuk memisahkan serbuk dan ekstrak air. |
Berwarna
coklat kemerahan |
|
Dua Tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak tadi ,laluditambahkan
beberapa tetes larutan besi klorida 5
% padatabung pertama |
Larutan besi
klorida bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel |
Tabung 1
berwarna birutua, berarti menandakan mengandung tannin. Tabung 2
berwarna coklat kemerahan (masih dalam ekstrak asli ) |
|
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan gelatin 1 % yang mengadung 10%
NaCl pada tabung pertama . |
Larutan
gelatin bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. |
Tabung 1
berwarna orange dan terdapat endapan putih Tabung 2
berwarna coklat kemerahan |
|
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi lalu ditambahkan beberapa tetes larutan Timbal asetat pada tabung
pertama |
Larutan
timbal asetat bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. |
Tabung 1
berwarna orange dan terdapat endapan putih
Tabung 2
berwarna coklat kemerahan |
|
Dimasukkan
daun teh hijau ke dalam erlenmeyer dan ditambahkan air secukupnya
kemudian dididihkan di atas mantel pemanas selama sekitar beberapa menit |
Pemanasan
bertujuan untuk menyiapkan ekstrak air. |
Berwarna
hijau ke kuningan |
|
Selanjutnya disaring . |
Penyaringan
bertujuan untuk memisahkan ekstrak air dari serbuk. |
Berwarna
kuning |
|
Dua Tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak tadi ,lalu ditambahkan
beberapa tetes larutan besi klorida 5
% padatabung pertama |
Larutan besi
klorida bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel |
Tabung satu
berubah warna menjadi biru tua. Tabung 2
tetap berwarna kuning . |
|
Dua tabung reaksi diisi dengan 2
ml ekstrak yang tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan gelatin 1 %
yang mengadung 10% NaCl pada tabung
pertama . |
Larutan
gelatin bertujuan untuk menguji
kandungan tannin dalam sampel. |
Tabung 1 berwarna kuning agak
putih Tabung 2 berwarna kuning bening |
|
Dua tabung reaksi diisi dengan 2
ml ekstrak yang tadi lalu ditambahkan beberapa tetes larutan Timbal asetat
pada tabung pertama. |
Larutan
timbal asetat bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel |
Tabung satu berwarna kuning dan
terdapat endapan putih Tabung kedua berwarna kuning
bening |
c) Pengujian
Saponin
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
PENGAMATAN |
|
Disiapkan bubuk
akar manis dan air secukupnya kemudian di campurkan dan di goyangkan perlahan |
Digoyangkan
bertujuan untuk memisahkan getah dalam bubuk |
Larutan berwarna
coklat krim dan sedikit ada busa di bagian atas |
|
Di aduk
menggunakan batang pengaduk |
Pengadukan ini
bertujuan agar campuran merata |
Larutan teteap
berwarna coklat krim tetapi busa bertambah di bagian atas |
|
Dipanaskan
diatas mantel pemanas sekitar 15 menit |
Pemanasan
dilakukan untuk mendapatkan extrak air |
Larutan tetap
ciklat krim da nada busa di atas |
|
Didinginkan dan
saring menggunakan kertas saring dan di tamping extrak air di gelas kimia |
Penyaringan
dilakukan untuk memisahkan busa dari cairan |
Larutan coklat
krim dan berbusa setelah di saring menjadi berwarna coklat gelap tidak ada
busa |
|
Extrak
di dalam gelas kimia tadi dipindahkan sebanyak 0,2 ml ke dalam tabung reaksi
kemudian digoyangkan |
Digoyangkan
bertujua untuk membentuk busa |
Larutan coklat
gelap dan dibagian atas terdapat busa |
|
Diamkan tabung
reaksi selama 5 menit |
Untuk melihat
kestabilan busa, bila busa tetap ada maka dapat dinyatakan terdapat saponin
didalam extrak tersebut |
Larutan tetap
berwarna coklat gelat dan di atas tetap ada busa, maka dalam extrak ini
terdapat saponin |
VIII. Pembahasan
Pada
percobaan ini bertujuan untuk mengenal dan memahami teknik-teknik skering fitokimia
bahan alam, untuk mengetahui jenis-jenis pereaksi yang digunakan dalam skering
fitikimia bahan alam dan untuk melakuan skering fitokimia bahan alam dari suatu
simplesia tumbuhan. Pada percobaan ini dilakukan tiga percobaan yaitu :
pengujian flavonoid, pengujian tannin dan pengujian saponin.
- Pengujian
Flavonoid
Pada pengujian falavonoid
yang pertama taa yang dilakukan yaitu memasukkan bubuk kulit ke dalam erlemeyey
lalu ditambahkan 95 % matanol dan diaduk, tujuan dari pencampuran ini untuk
membuat ekstrak etalonik didaptkanlah hasil larutan berwarna orange. Kemudian larutan
setelah diaduk ditutup dan didiamkan selama 30 menit didapatkan hasil warna
orange terdapat endapan dan tujuan.dilakukan pengadukan untuk menjenukan
larutan selanjutnya larutan disaring dan ekstraknya dilakukkan tes Shinoda,
tujuan nya untuk mendapatkan filtratnya atau ekstrak etanol dan didaptkan
hasilnya larutan berwarna kuning.
Kemudian dimasukkan
ekstrak etanol ke tabung reaksi 2-3 ml lalu dtambahkan HCl 2-3 tetes + 2 buah
magnesium digunakan magnesium dan HCl bertujuan untuk menguji flavonoid dengan
tes shonoda dan menghasillkan larutan yang berwarna orange kemerahan, menandakan
positif flavonoid. Selanjutnya diidentifikasi flavonoid denga reagen alkalin,
dimasukkanlah ektrak etanol kedua tabung reaksi lalu ditambahkan 2 % NaOH
dikedua tabung , lalu ditabung kiri ditambahkan HCl, disini NaOH digunakan
bertujuan untuk sebagai katalis basa yang menyebabkan terjaninya pengurangain
senyawa flavonoid menjadi molekul asetonfenon yang berwarna kuning sampai
coklat, dan HCl dugunakan bertujuan untuk menghidrolisis flavonoid menjadi aglikonya
yang akan meghailkan warna merah, kuning, ataupun jingga, dan hasilnyauntuk
tahap ini pada tabung kiri warna kuning an pada tabung kanan berwarna orange. Sudah
terlhat disini tabung kiri menandakan terdapat flavonoid.
- Pengujian Tanin
Pada pengujian kedua ini
yang pengujian tannin dilakukan pertama dimasukkan kulit arjuna kedalam gelas
kimia yang telah menjadi bubuk dan ditambahkan airsecukupnya kemudian
dipanaskan diatas mantel pemanas selama beberapa menit, bertujuannya pemanasan
untuk mendapatkan ekstrak air dan didaptkanlah hasil berwarna coklat kemerahan.
Selanjutnya setelah mendidih disaring memalui kertas saring dan diambil
ektrak berair kulit arjuna dan
ditambahkan 2 ml kedalam tabung reaksi 1 dan2
disini disaring bertujuan untuk memisahkan serbuk dan ektrak air. An hasil
berwarna coklat kemerahan.
Kemudian 2 tabung reaksi diisi
dengan 2 ml ektrak tadi pada tiap tabung
lalu dutambahkan beberapa tetes larutan besi klorida 5% pada tabung 1 ,
disini besi klorida bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel dan
didaptakn hasil tabung 1 berwarna birutua, berarti menandakan mengandung tannin.
Tabung 2 berwarna coklat kemerahan (masih dalam ekstrak asli ). Selanjutnya 2
tabung reaksi diisi 2 ml ektrak yang
tadi pada setiap tabung lalu ditambahkan beberapa tetes larutan glatin 1 % yang
mengandung 10 % NaCl pada tabung 1 larutan glatin disini bertujuan untuk
menguji kandungan tannin dalam sempel dan didapatkan hasil dari ektrak
ditambahkan glatin Tabung 1 berwarna orange dan terdapat endapan putih .Tabung
2 berwarna coklat kemerahan.
Kemudian dua tabung
reaksi diisi dengan 2 ml ektarka tadi pada setiap tabung lalu ditambahkan
beberapa tetes larutan timbal asetat pada tabung 1 ditanbahkan larutan timbal
bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. Didaptkan hasil Tabung 1
berwarna orange dan terdapat endapan putih
Tabung 2 berwarna coklat kemerahan. Selanjutnya dimasukkan daun the hijau
kedalam erlemeyer dann ditabahkan air secukupnya dan dididihkan diatas mantel
pemanas salama beberapa menit, tujuan pemanasan ii untuk menyiapkan ekstrak air
dan didapatkanlah hasil nya berwarna hijau kekuningan. Selanjutnyya disaring dan
hasil dari penyaringan berwarna kuning.
Kemudia 2 tabung diisi
dengan ektrak yang tadi lalu ditambahkan beberapa tetes larutan besi kloroda
5%pada tabung 1 larutan besi klorida bertujuan untuk menguji kandungan tannin pada
sampel dan didaptkan hasil penambahan
besi klorida, Tabung 1 berubah warna menjadi biru tua,tabung 2 tetap berwarna
kuning . selanjutnya dua tabung reaksi lagi diisi dengan 2 ml ekrak tadi lalu
ditabahkan lartan glati 1 % yang mengandung 10%NaCl pada tabung 1 didaptkan
hasilnya Tabung 1 berwarna kuning agak putih, tabung 2 berwarna kuning bening. Selanjutnya dua tabung reaksi diisi
dengan 2 ml ektrak tadi pada setiap tabung, lalu ditambahkan beberapa tetes
larutan timbal asetat pada tabung 1 didaptkan lah hasil dari penambahan timbal
asetat tabung 1 berwarna kuning dan terdapat endapan putihs sedangkan tabung 12
berwarna kuning bening.
- Pengujian
Saponin
Pada pengujian saponin
pertama yang dilakukan mencampurkan bubuk kayu manis dengan air dengan digoyang
perlahan , digoyangkan larutan tersebut bertujuan utuk memisahlkan getah dalam
bubuk dan didapakanlah hasilnya larutan berwarna coklat krim dan sedik busa d again
atasnya, selanjutnya larutan sedikit busa diaduk menggunakan batang pengaduk,
diaduknya larutan bertujuan untuk agar larutan tercampur rata , didapatkan
hasil larutan tetap berwarna coklat krim tetapi dibagian atas bertambah
busanya.
Selanjutnya larutan
dipanaskan diatas mantel pemanas sekitar 15 menit, pemanasan ini bertujuan
untuk mendapatkan ekstrak air dan didapatkan hasil larutan tetap coklat krim
dan ada busa di atasnya, kemudian larutan didinginkan dan disaring menggunakan
kertas saring dan ditampung eksrak air di gelas kimia disini diaring bertujuan
untuk memisahkan busa dari cairan dan didaptkanhasilnya berwarna colat gelap
dan tidak ada busa.
Kemudian ekstrak yang ada
didalam gelas kimia tadi diambil 0,2 ml dan dimasukkan ke dalamtabung reaksi
dan digoyang kan disini digoyangkan bertujuan untuk membuat busa pada larutan
daan didapatkan hasil larutan coklat gelap dan dibagian atas terdapat busa
hasil dari penggoyangan tersebut. Selanjutnya didiamkan tabung reaksi, untuk
kesabilan busa, dan didiamkan untuk melihat bua tetap ada atau tidaknya, dan
busa bila ada maka dapat dinyatakan terdapat saponin di dalam ekstrak tersebut
dan didapatkanhasil dari didiamkannya larutan dalarutan dalam tabung reaksi
larutan nya tetap berwarna coklat gelap dan diatas tetap ada busa, maka ekstrak
tersebut terdapat saponin.
IX. kesimpulan
- Skinning fitokimia adalah metode analisis untuk
menentukan jenis metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan-tumbuhan
karena sifatnya yang dapat bereaksi secara khas dengan pereaksi tertentu.
- Metode skrinning fitokimia ini merupakan suatu
proses pemeriksaan kandungan senyawa-senyawa aktif yang terdapat pada
tumbuhan.
X. Daftar Pustaka
Energina, Dkk. 2014. Uji kualitatif senyawa metabolit
sekunder pada daun palado yang diekstraksi dengan pelarut air dan etanol.
Jurnal akademi kimia. Vol 3. No 3.
Fessenden, R., & Fessenden, J. 1981.Kimia Organik
Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Kristanti,A,N,N,S, dkk. 2008. Buku Ajar Fitokimia
Jurusan Kimia Laboratorium Kimia Organik FMIPA. Surabaya: Universitas
Airlangga.
Sastrohamidjojo, H. 2010. Khasiat dan manfaat kunyit.
Jakarta : Penerbit konsius.
Tim Kimia Organik II. 2020. Penuntun Praktikum Kimia
Organik II. Jambi : Universitas Jambi.
Permasalahan
- Pada pengujian
flavonoid identifikasinya menggunakan reagen alkalin, apakah bia reagen
alkalin digantikan dengan reagen lain ?
- Apkah bisa
digantikan katalis basa selain Naoh pada pengujian tannin ?
- Apakah ada cara
lain selain didiamkan dalam melihat kesetabilan dalam pengujian saponin ?

Saya Lutfi Praidha dengan NIM A1C118015 akan menjawab pertanyaan nomor 3, selain didiamkan bisa juga di beri suatu, jika bus masih ada jika sudah diberi asam, maka smoel dapat dinyatakan positif saponin
BalasHapusSaya adinda putri (008 ) akan menjawab permasalahan no 2 dimana katalis yang digunakan bisa digantikan selain dengan NaOH ,yang tujuannya sama untuk mempercepat suatu reaksi basa.
BalasHapusbailah saya Palma Lubis akan mencoba menjawab permasalhan no 1 dimana menurut saya tidak bisa karena jika ada pun digntikan dengan yang lain mungkin akan mempenagaruhi hasil
BalasHapus