JURNAL LAPORAN KIMIA ORGANIK 2
PERCOBAAN 7
“ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM
(ALKALOID)”
Disusun Oleh :
RIZKI FITRA PRATAMA (A1C118012)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs.SYAMSURIZAL,M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I.
Judul
: Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid)
II.
Hari/Tanggal
: Kamis, 19
November 2020
III.
Tujuan
:
Adapun
tujuan dari praktikum ini adaah sebagai berikut :
1.
Dapat
menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya senyawa alkaloid
2.
Dapat
mengenal sifat-sifat kimia alkaloid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang
spesifik.
IV.
Landasan
Teori
Kafein merupakan salah satu senyawa
alkaloid dengan golongan purin, dimana dalam strukturnya terikat unsur N.
Kafein dapat bersifat stimulant apabila masuk kedalam darah. Proses isolasi
kafein dari daun teh terbilang mudah karena kafein dapat larut dalam eter, air
panas dan dapat larut juga pada kloroform. Namun untuk proses ekstraksi kafein
dari daun teh akan sulit karena dalam daun teh terdapat senyawa lain seperti
tannin yang tak larut dalam air dan sangat sulit untuk dipisahkan dari alkaloid
(Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020).
Kafein yang merupakan bagian dari
kelompok senyawa metilsantin, sedangkan bagian lain dari senyawa ini dikenal
sebagai trofilin dan teobromin yang salah satu sember utamanya adalah dari
kopi. Kafein dalam kopi mampu memberikan sinyal pada otak untuk lebih cepat
merespon dan dengan cepat mengolah memoripada otak (Fulder,2004).
Kopi merupakan sumber dati kafein,
dimana kafein adalah senyawa alkaloid yang bersifat merangsang. Kafein juga
banyak memiliki manfaat dan telah banyak digunakan dalam dunia kesehatan atau
medis. Kafein yang merupakan bagian datri kelompok senyawa metilsantin. Kafein
dalam kopi mampu memberikan sinyal pada otak supaya lebih cepat merespon dan
dengan cepat mengolah memori pada otak. Rumus kimia dari kafein itu sendiri
adalah C8H10N4O2. Kafein murni memiliki bentuk seperti kristtal panjang,
bewarna putih, tidak berbau dan rasanya pahit. Didalam biji kopi kafein
berfungsi sebagai unsure rasa dan aroma. Dimana kafein murni mempunyai berat
molekul 194,19 gr, dengan titik leleh 236C dan titik didih 178C (Aisyah,2013).
Secara umum,golongan senyawa
alkaloid mempunyai sifat-sifat dimana biasanya berbentuk Kristal tak berwarna,
tidak mudah menguap,tidak larut dalam air, larut dalam pelarut organik seperti
etanol,eter,dan kloroform. Alkaloid bersifat basa,pada umumnya terasa pahit,bersifat
racun, mempunyai efek fisiologis, serta optis aktif. Membentuk endapan dengan larutan asam fosfolframat,
asam fosfomolibdat, asam pikrat dan lain-lain (Novianty,2008).
Alkaloid merupakan zat yang
mempunyai kecenderungan menghambat pertumbuhan bakteri,, mengandung satu atau
lebih atom nitrogen yang bersifat basa dan merupakan zat aktif dari tanaman
yang berpotensi sebagai obat. Hasil
identifikasi positif mengandung senyawa alkaloid pada uji menggunakan
reaksi Bouchard ditandai dengan terbentuknya endapan yang larut dalam
alcohol(Fazil, dkk. 2017).
V.
Alat
dan Bahan
a)
Alat
Ø Gelas kimia 500 ml
Ø Corong gelas
Ø Corong buchner dan vakum
Ø Corong pisah 500 ml
Ø Erlemeyer
Ø Corong gelas
b)
Bahan
Ø Benzene
Ø Larutan NaOH 5%
Ø Plat TLC
Ø Kloroform dan metilen klorida
Ø Pereaksi dragendrof
Ø Ca(OH)2
Ø Reagen wagner
Ø Potreleum benzene
Ø Kalsium karbonat serbuk
VI.
Prosedur
Kerja
1.
Dimasukkan
250 ml air dan 25 gr CaCO3, 25 gr teh kering ke dalam Erlenmeyer 500 ml.
2.
Kemudian
di panaskan diatas uap air selama 20
menit sambil diaduk, kemudian disaring.
3.
Selanjutnya
dimasukkan larutan ke dalam corong pisah
500 ml.
4.
Didinginkan
kemudian dilakukan ekstraksi sebanyak 2 kali masing-masing dengan 25 ml
kloroform atau metilen klorida. Dengan hati-hati selama 5 sampai 10 menit. Jika
terdapat emulsi yang sukar dipisahkan, cobalah tambahkan sedikit pelarut lagi.
5.
Dibiarkan
beberapa saat hingga terpisahkan dua lapisan.
6.
Ditampung semua lartan kloroform ke dalam
tabung destilasi di atas penangas air, sampai diperoleh larutan jenuhnya yang
mungkin berwarna hijau.
7.
Didinginkan
secara bertahap hingga terbentuk kristalnya sebanyak mungkin.
8.
Kemudian
kristalisasi dengan melarutkannya dalam 5 ml benzene panas dan ditambahkan 10
ml petroleum benzene.
9.
Dipisahkan
Kristal yang terbentuk dengan penyaringan vakum menggunakan corong Buchner.
10.
Dilakukan
rekristalisasi tahap kedua dengan campuran pelarut yang sama.
11.
Ditimbang
hasil kristal yang di dapat dan ditentukan titik lelehnya (sekitar 225-250◦C).
Adapun video yang terkait
dalam praktikum ini adalah :
PERMASALAHAN
1.
Pada percobaan ini mengapa digunakan
pelarut kloroform untuk mengekstrak kafein ?
2.
metilen klorida dan kloroform merupakan
senyawa yang berbeda. apakah persamaan yang dimiliki keduanya sehingga metilen
klorida bisa digantikan dengan kloroform pada percobaan ini ?
3.
Faktor apa yang dapat menyebablan
percobaan yang kita lakukan gagal ?

Baiklah saya Muhamad Khoirul Abdillah (040) akan mencoba menjawab permasalah nomor 2, di karenakan kafein mudah larut dalam kloroform
BalasHapusBaiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Adapun salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan pada percobaan ini yaitu salah satunya pada proses ekstraksi, dimana apabila dalam proses ekstraksi ini terbentuk emulsi yang sukar berpisah, maka sulit untuk memisahkan kedua fase tersebut. Sehingga hal ini akan berpengaruh untuk lanjut ke prosedur selanjutnya.
BalasHapusBaiklah saya Vika Seputri (A1C118086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 1 menurut saya mengapa digunakan pelarut kloroform untuk mengekstrak kafein karena kloroform digunakan sebagai pelarut dan juga kafein ini dapat larut dalam kloroform. Terimakasih 🙏
BalasHapus