JURNAAL LAPORAN KIMIA ORGANIK 2

PERCOBAAN 1

"PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT"



Disusun Oleh :

RIZKI FITRA PRATAMA (A1C118012)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs.SYAMSURIZAL,M.Si.

 

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020




I.                   Judul : Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat

II.          Hari/Tanggal : Kamis, 08 Oktober 2020

III.                Tujuan :

1.      Dapat mengetahui dan memahami salah satu reaksi subtitusi elektrofilik pada senyawa aromatic

2.      Dapat mengetahui dan memahami sifat kearmatikan dari senyawa aromatik yang bersubtitusi.

IV.             Landasan Teori

Senyawa aromatik adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat-sifat yang mirip dengan sifat-sifat kimia dari benzena. senyawa hidrokarbon aromatik bila mengalami reaksi, maka reaksi yang akan dijalaninya cenderung merupakan reaksi substitusi elektrofilik. benzena yang merupakan salah satu senyawa aromatik yang memiliki rumus molekul C6H6. dapat mengalami reaksi subtitusi antara lain reaksi nitrasi menghasilkan nitrobenzen,, reaksi sulfonasi, dan halogenasi yang masing-masing menghasilkan asam benzena sulfonat dan seperti Bromo benzene. senyawa-senyawa berikut merupakan senyawa turunan benzena antara lain: toluena, fenol dan asam benzoat gugus tertentu pada cincin benzena dapat mempengaruhi kereaktifan dari cincin benzena nya dan menentukan orientasi reaksi subtitusi nya (TIM KIMIA ORGANIK II. 2020).

Dalam pembuatan asam pikrat, tidak dapat dilakukan penambahan asam nitrat dengan fenol. Hal ini dikarenakan sifat dari fenol yang mudah dioksidasi. Untuk mendapatkan asa pikrat yang baik, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan reaksi sulfonasi (dimana atom H pada fenol disubstitusi oleh HSO3-) sehingga terbentuk asam 2,4-disulfonat. Setelah itu ditambahkan asam nitrat. Gugus sulfonat yang terbentuk tadi dapat berfungsi sebagai pelindung fenol dari reaksi oksidasi dengan asam nitrat. Kemudian gugus nitro perlahan-lahan akan menggantikan posisi gugus sulfonat (Fessenden, 1997).

Harrow et al (1960) menyatakan bahwa gula pereduksi (contohnya glukosa) mampu bereaksi dengan asam pikrat dalam suasana basa membentuk asam pikramat dan asam glukonat. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan asam pikrat mampu mengisolasi karbohidrat juga selain gelatin dalam sediaan obat tablet. Dalam pembuatan suatu tablet, sebagian besar bahan tambahan yang digunakan berasal dari karbohidrat contohnya sellulosa, dekstrosa, gom, laktosa dan lain – lain. Sebut saja bahan pengemulsi, adsorben, pengencer, penyalut, penghancur, pelincir, dan pembawa sebagian besar menggunakan karbohidrat sebagai bahan dasarnya (Ansel 2008).

Dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Hal ini dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan NaOH di mana fenol melepaskan H+ tidak pada keadaan yang sama, alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti itu. Pelepasan ini diakibatkan kelengkapan orbital antara satu-satunya pasangan oksigen dan sistem aromatik yang lokalisasi beban negatif melalui cincin tersebut dan menstabilkan anion fenol atau atau asam karbonat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan struktur memiliki gugus hidroksil (OH-)  berkaitan dengan cincin fenol (Darusman 2003 : 45).

Metode penentuan kreatinin yang paling banyak digunakan adalah dengan reaksi Jaffe. Reaksi Jaffe adalah reaksi antara kreatinin dan asam pikrat pada suasana basa untuk membentuk senyawa berwarna oranye-merah. Untuk membuat suasana basa biasanya digunakan natrium hidroksida. Reaksi Jaffe pernah diaplikasikan oleh Istanti dan Wulandari dalam penentuan kreatinin menggunakan Sequential Injection Analysis (SIA) untuk mengatasi kelemahan metode batch. Pada kedua penelitian tersebut reagen yang berupa asam pikrat dan NaOH direaksikan terlebih dahulu membentuk reagen Na-pikrat. Dalam waktu yang lama, pencampuran ini dapat mempercepat perusakan reagen sehingga reagen harus sering diganti baru. Hal ini akan meningkatkan penggunaan jumlah reagen yang mempengaruhi tingkat keefektifan dan keefisienan dalam analisis (Rinda,A.S. 2015).

 

V.             Alat dan Bahan

a.       Alat

Ø  Labu dasar datar 1 liter

Ø  Corong buchner

Ø  Corong ǿ 7 cm

Ø  Balok kayu 10x10x3 cm2

Ø  Gelas piala 200 ml

Ø  Penangas

 

b.      Bahan

Ø  8 gr fenol

Ø  10 ml asam sulfat pekat

Ø  30 ml asam nitrat pekat

Ø  Es batu

 

VI.                Prosedur Kerja

1.      Dimasukkan 8 gr fenol ke dalam labu dasar datar 1 liter

2.      Ditambahkan 10 ml asam sulfat pekat

3.      Dikocok sampai timbul panas

4.      Dipanaskan labu ini diatas penangas air selama 30 menit

5.      Didinginkan dalam air es

6.      Diletakkan labu datar ini diatas balok kayu di lemari asam

7.      Ditambahkan 30 ml asam nitrat pekat

8.      Dikocok campuran beberapa menit

9.      Didiamkan campuran sampai tejadi reaksi dan uap coklat keluar dari dalam labu

10.  Dipanasskan labu ini diatas penngas air selama 1,5 jam sambal dikocok

11.  Bila pemanasan sempurna, ditambahkan 100 ml air

12.  Didinginkan di dalam air es

13.  Disaring kristal yang terbentuk dalam corong buchner

14.  Dicuci dengan air untuk menghilangkan asam-aam anorganik

15.  Kristalkan Kembali aam pikrat yang terbentuk dalam 90 ml campuran etanol dan air (1:2)

16.  Didinginkan unruk mendapatkan kristal asam pikrat yang berwarna  dan diperiksa titik lelehnya

 

Adapun video yang terkait dalam praktikum kali ini yaitu :

https://youtu.be/mVU6HoGF5Gs

 

 

PERMASALAHAN :

1.       Dalam pembuatan asam pikrat, mengapa digunakan fenol?

2.       Dalam pembuatan asam pikrat pada video di atas terjadi ledakan, bahan apa yang membuat larutan tersebut meledak dan asap berwarna merah?

3.       Berdasarkan pada video diatas pada penambahan fenol + HNO3 tiak terjadi apa-apa, mengapa menimbulkan asam merah pada saat pengandukan larutan tersebut?

 

Komentar

  1. Saya Bella Veronica dengan NIM A1C118095 akan mencoba menjawab permasalahan no.1 saudara Rizki penggunaan fenol karena fenol merupakan salah datu bahan utama pembuatan asam pikrat dan juga fenol merupakan suatu asam yang sangat kuat sehingga nantinya akan mudah untuk menjalani reaksi selanjutnya dalam pembentukan asam pikrat.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Vika Seputri NIM A1C118086 akan mencoba menjawab permasalahan no. 2 yaitu Setelah ditambahkan HNO3 dapat terjadi ledakan pada larutan dan menghasilkan asap berwarna merah.

    BalasHapus
  3. saya jony erwin (098) akan menjawab permasalahan no 3.
    menurut saya karna pada proses ini memerlukan pemanasan tetapi pada percobaan ini tidak dilakukan pemanasan sehingga pada saat di masukan tidak terjadi apa-apa. Dan saat terjadi pengadukan disini suhunya meningkat dan menimbulkan reaksi tsb

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini